M.Haris Seorang Bloger Muda Nan Muslim Asal Kota Bandar Lampung Yang Sedang Menimba Ilmu Dunia dan Akhirat di Salah Satu Pondok Pesantren

Mengilangkan Kebiasaan Burukku

4 min read

Mengilangkan kebisaan burukku– Di abad 21 teknologi di dunia semakin canggih, berbagai sarana bisa di gunakan secara mudah dan praktis. Termasuk handphone, di dalam handphone terdapat banyak aplikasi-aplikasi yang bisa kita manfaatkan untuk kebaikan maupun sebaliknya

Dengan banyaknya aplikasi-aplikasi yang dapat membantu kita mencari informasi seperti berita, fakta-fakta unik dll. Tidak luput juga beberapa aplikasi yang bisa melalaikan kita dengan berbagai hal kebaikan seperti game, musik dll

Bicara tentang game, memang aplikasi yang satu ini tidak bisa di bilang sepenuh nya buruk, akan tetapi jika kita terlalu fokus dengan aplikasi yang satu ini akan berbahaya bagi kesehatan, psikologi dll

Di artikel kali ini saya akan membahas, bagaimana saya bisa tidak bermain game. Penasaran..? Yuk simak sampai habis

Pertama Kali Main Game Online

unsplash.com

Kehidupan di desa membuat ku ingin mencari hiburan yang lebih, dengan bermain game online.

Warnet (warung internet) menjadi alasan yang tepat untuk mencari hiburan yang kurang di desaku. Dengan membayar 3.000 Rp kita bisa bermain dengan jangka waktu satu jam. Bersama teman teman, aku mulai berani untuk membuka game online

Dengan mendengar cerita-cerita seru yang aku dapat, aku mencoba untuk bermain “game friv”, yang di dalam nya terdapat banyak sekali game pilihan.

“Wah kalo kayak gini mah seru nih..” Kataku dengan focus wajah ke computer

Waktu terus berjalan menjadikan computer yang ku sewa habis dengan waktu yang telah di tentukan. Ada rasa keinginan untuk bermain lagi.

Berjalan pulang lalu kami ceritakan apa yang di mainkan tadi

Keesokan harinya..

Di sekolah aku mencoba untuk mengajak salah satu teman, untuk bermain game online lagi. Kali ini aku megajak Reynaldi, yang mengerti banyak tentang game di internet.”Akan tambah seru nih” itu yang terlintas di kepalaku..

Kali ini aku mencoba bermain lebih lama dari biasanya. 2 jam cukup untuk menemani keinginanku

Tak terasa waktu menunjukkan angka 14.34, bahwa adzan ashar akan tiba, sedangkan waktu bermainku masih ada 25 menit lagi. bingung akan meninggal kan yang mana. Antara game atau sholat.

Akhirnya keputusanku untuk meninggalkan game, karena jika aku tidak sholat orang tua akan marah padaku

Dengan rasa keragu-raguan ku meninggalkan “waktu game”

Mencoba Bermain di Handphone

pexels.com

Aku mencari sarana lebih mudah untuk lebih leluasa bermain game, ku berpikir jika ku bermain dan menghabiskan waktu di warnet, itu sangat melelahkan. ku ingin yang lebih mudah. Dan akhirnya ku mencoba untuk bermain di Handphone milik ummi ku

Men-download game dengan menggunakan data internet milik ummi. Dan Mencoba untuk mencari game yang tidak pernah ku mainkkan sebelumnya. Dengan posisi duduk, ku habiskan waktu bermain berjam-jam sampai lupa untuk istirahat, makan dll

Ini menjadi kebiasan, suatu ketika ummi mengetahui bahwa aku sering bermain game sampai lupa waktu. Dengan begitu, aku tidak di perbolehkan memegang hp untuk sementara waktu ini.

Merasa ada yang kurang dalam keseharianku, menjadikan lebih agresif untuk mencoba mengambil hp ummi, yang sempat tidak di perbolehkan. Aku diam-diam berusaha untuk mengambil hp ummi, dan melakukan kebiasaan ku. “Menjadi lebih agresif”

Apa Yang Terjadi PadaKu

pexels.com

pagi hari yang cerah, ku bersiap untuk berangkat ke sekolah dengan mengenakan baju batik berwarna merah. Seperti biasa ku meletakkan tas di meja paling belakang

Ibu guru datang dengan membawa journal kehadiran dengan mengucapkan salam. Pelajaran pun dimulai. Bahasa Indonesia pelajaran yang membutuhkan banyak konsentrasi, dan keseriusan. Aku mulai menulis apa yang di sampaikan.

Tidak afdhol jika pelajaran tidak diberi tugas oleh setiap guru, itu lah yang ku alami.

Tidak seperti biasa, Aku tidak terlalu paham dengan apa yang disampaikan oleh guru, dengan berusaha ku harus bisa..!!

Jam pelajaran pun selesai, aku harus mengumpulkan tugas yang belum maksimal dikerjakan. Aku Harus berbuat apa lagi, dengan terpaksa maju membawa buku Bahasa Indonesia. Hasil kerja keras harus bisa di hargai, aku mendapatkan nilai yang tidak memuaskan, teman teman terheran-heran karena yang aku alami tidak sesuai dengan kerja keras.

Aku sadar bahwa ini semua karena kebiasaan-kebisaan yang ku jalani selama ini “Prestasi menurun”

Berusaha Untuk Meninggalakan

unsplash.com

Beberapa tahun kemudian..

Menjadi santri yang jauh dari orang tua dan keluarga cukup untuk menghilangkan rasa keinginanku untuk bermain game. Segala pikiranku fokuskan hanya untuk mencari ilmu dan ke-ridhoan Allah.

Aku berusaha melupakan game untuk masa depan yang lebih cerah, dengan cara meninggalkan handphone, laptop, dan warnet. akan tetapi ?

Siapa yang menyangka bahwa usahaku untuk meninggal kan game terbuang sia-sia, karena hawa nafsulah yang merubah pagar ikhtiar  menjadi lemah

Siapa yang bisa melawan hawa nafsu ?

Ya mungkin sebagian orang merasa kesulitan dalam hal ini

Termasuk diriku sendiri yang pernah mengikuti hawa nafsu. Teman yang menghasut hati ku untuk mengikuti kebiasan kebiasan buruk itu. Apa itu ? Bermain Game lagi..!!

Aku hidup di wilayah Pesantren, mempunyai banyak teman Yang memiliki kebiasaan bermain game ketika kepulangan tiba. Padahal aku telah berusaha untuk meninggalkanya. Sampai suatu hari, aku terhasut untuk kembali bermain

Ketika perpulangan tiba. “Aku harus bermain game lagi” itulah yang terlintas di kepala, karena aku tidak boleh kalah dengan teman teman. Mabar  (main bareng) itu yang mau, bisa berkomunikasi dengan teman-teman jauh lebih mengasikkan, dari pada harus bermain panas-panasan di luar

Dengan Bersembunyi dari orang tua, ku habiskan waktu-waktu yang berharga hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat

Merasa kurang untuk bermain game karena waktu perpulangan hanya di beri 1 hari. Tapi aku harus bersabar untuk menunngu perpulangan berikutnya. “kecanduan”

Game Mengisi Libur DesemberKu

pexels.com

2018-12-21

Aku mendapatkan liburan panjang yang ku tunggu-tunggu. Dengan seharian di rumah, ku manfaatkan untuk melakukan kebiasaanku. Ya sampai di rumah aku harus merapihkan barang-barang karena cukup banyak yang ku bawa, tidak seperti biasanya.

Memasuki kamar dengan wajah penuh kelelahan. Tidur terlebih dahulu itu yang ku pilih, agar bisa bangun dan melakukan kebiasaanku

Bangun dengan membasuhi air ke arah muka ku, kemudian ku mulai mencari gadget yang biasa di gunakan untuk melakukan kebiasan. Dengan bersembunyi dari orang tua, aku mulai bermain game kesukaanku.

Jarang Melakukan Aktivitas

unsplash.com

Dipagi yang cerah, aku ingin mencari aktivitas-aktivitas yang membuatku tidak lagi di depan gadget dalam waktu lama. Lari pagi menjadi pilihan yang tepat bersama sahabat rumah “Ardine ega”, dengan rute tidak terlalu jauh

Aku pun keluar rumah dan menuju rumah yang menjadi tujuanku. Sesampai nya disana terdengar suara seseorang sedang mengaji. Berdiri dengan memanggil nama “Ega”di depan pintu gerbang rumahnya. Kemudian keluarlah yang ku panggil dengan mengenakan baju koko

kami pun memulai perjalanan dengan asik mengborol, Dengan berjalan santai. Tidak seberapa jauh dari rumah Ega aku pun mulai merasakan kelelahan. Ku paksakan saja karena rute yang kita tuju tidak terlau jauh.

Sampainya disana badanku merasa menggigil seperti ingin sakit, aku pun mulai merebahkan diri ke teras masjid di waktu itu. Harus menahan karena bentar lagi kita kan pulang.

Di perjalanan pulang kami pun berhenti sejenak karena aku yang meminta. setelah beberapa menit, kami melanjutkan perjalanan “Daya tahan tubuh berkurang”

Rumah Sakit

pexels.com

Siapa yang menyangka bahwa bermain game berlebihan itu bisa menimbulkan penyakit. Ya tepatnya pada tubuhku ini mungkin karena seharian ku di depan gadget membuat ku lupa untuk istirahat, dan ketika sedikit berolahraga aku jatuh sakit

Kesimpulan

Bermain memang asik, akan tetapi jangan sampai melebihi batas kesanggupan diri kamu. Ya kalau hanya untuk menghilangkan kepenatan Nge-game bisa menjadi pilihan, tapi ingat jangan berlebihan..!! ini yang menjadi patokan ku

M.Haris Seorang Bloger Muda Nan Muslim Asal Kota Bandar Lampung Yang Sedang Menimba Ilmu Dunia dan Akhirat di Salah Satu Pondok Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *