M.Haris Seorang Bloger Muda Nan Muslim Asal Kota Bandar Lampung Yang Sedang Menimba Ilmu Dunia dan Akhirat di Salah Satu Pondok Pesantren

Patah Tulang

3 min read

Hai teman, apa kabar hari ini..? Apakah masih semangat untuk menjalani hari yang cerah ini. coba deh kita merenung sejenak.. banyak orang di luar sana yang mungkin Allah subhanahu wata’ala turunkan cobaan. Baik itu sakit, bencana, kehilangan dll. Akan tetapi mereka masih semangat untuk menjalani hari demi hari..

Di konten kali ini, aku akan melanjutkan perjalanan hidup ku ketika meginjakkan kaki di Desa Bagelen. Penasaran..? Yuk simak sampai habis

Kalah Tidak Masalah..

jam beker
pexels.com

Bermain bola itu lah hobi ku, yang selalu menemani sore ku, hingga ku lupa waktu. Tak ada kata bosan bagiku demi mendapatkan kesehatan di kala itu..

Pulang sekolah ku berencana tuk bermain bola dengan teman teman. aku pun tak sia sia kan kesempatan itu..

Sampai di rumah, ku ambil piring dan beberapa sendok nasi untuk mengisi perut ku yang sudah terkuras habis oleh mata pelajaran di sekolah.. Makan dengan lauk seadanya, itu tidak menjadi masalah bagi ku ..

Selepas makan, ku harus izin terlebih dahulu, agar orang tua tidak khawatir dengan keberadaan ku..

Yes..Akhirnya ku dapat menggiring bola ke sana ke mari, setelah ku mendapatkan izin bermain bola..

Panas matahari tidak menghalangi kami untuk mencetak goal ke gawang lawan. Akan tetapi dengan izin Allah subhanuh wata’ala, team kami pun kalah dengan skor akhir 1-3

Kami pun pulang dengan membawa cerita kekalahan.. Tapi bagi kami kalah adalah awal mula sebuah kesuksesan.. lah kok bisa..? Iya bisa.. Coba kita melihat ke dunia luar, betapa banyak orang orang hebat yang mempunyai masa lalu yang kelam, gagal, tapi itu tidak menghalangi nya pada kesuksesan..!!!

Patah Tangan

patah tangan
pexels.com

Ya..ku pernah mengalami nya, ketika itu aku duduk dibangku kelas 5 SD. Dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Apa penyebab nya..?

Main bola..!!. Ya karena hobi ku itu. Aku banyak tertinggal pelajaran di sekolah

….

Matahari mulai tenggelam menandakan keadaan mulai sore..Ku menjerit kesakitan, karena ku tak kuat menangkap bola yang mengarah ke aku ..

“ Hah..hah..Tangan kiri ku kok jadi gini..?” ujar ku. air mata pun mulai mengalir di pipi ku

Bagaimana tidak, ketika ku melihat tangan ku menjadi bergelombang (mengsol). Makin keras jeritan ku

“Hah sakit.. hah sakit.. hah sakit.. hah sakit..”

Seketika itu, aku langsung di bawa menuju sangkal putung (tukang urut) terdekat. Sesampainya di sana, ku langsung merebahkan badanku ke kursi berwarna hijau muda..

Dan datanglah seseorang dengan membawa sebuah mangkok, dan duduk di samping ku.

“koq bisa kayak gini tangan mu dek..” tanya nya dengan wajah terheran-heran

Ku menjawab dengan terbata bata (nangis), karena menahan rasa sakit

“Ini tadi main bola pak, saya jadi kiper nya” sambil menarik ke dua bibir ku..

Sementara itu, ummi dan abi belum mengetahui keadaan ku. Beberpa menit kemudian, aku di antarkan sampai depan pintu rumah di waktu itu..

Sampai Di Rumah

pintu rumah
pexels.com

Ummi ku cemas dengan ekspresi wajah yang berkaca kaca. Sedangkan abi ku sedang tidak di rumah, ummi secepat mungkin merebahkan diri ku ke dipan (tempat tidur). Dan menanyakan ..

“main apa tadi..?”

Ku ceritakan semua yang ku alami di sore menjelang maghrib itu..

Malam hari pun tiba. Ummi ku semakin cemas, di karena kan takut anak nya mengalami ke cacat-tan pada tangan buah hatinya. Akhir nya ku di bawa ke Klinik Ash-shofa yang tidak terlalu jauh dari kediaman ku..

Aku di Ronsen. Ternyata ada sedikit tulang ku yang hilang (patah) pada pergelangan tangan, dan harus di bawa ke ruangan UGD (Rumah sakit) dan ketika itu pukul 21.00 -+ (esok harinya)

Ku tak bisa tidur dengan nyenyak di karenakan rasa sakit yang tidak pernah ku alami sebelumnya .. Jalan jalan (di dalam rumah), itu lah yang bisa meredakan rasa sakit ku itu

Rumah Sakit Menunggu

Rumah Sakit
pexels.com

Ayam berkokok menandakan hari mulai pagi, cahaya matahari menembus jendela kaca rumah ku ..

Aku harus bersiap siap untuk berangkat ke Rumah Sakit, demi kesehatan badan ku..Mengenakan baju dengan hati hati, agar tidak mengenai pergelangan tangan ku. Ummi menuntun ku menuju mobil, abi perlu melengkapi berkas berkas yang ingin di perlukan..

Ku harus “bersabar”, itu lah ucapan seluruh keluarga untuk ku. karena lebih baik bersabar, dari pada mengeluh yang tidak akan menyelesaikan masalah ..

Sampai di Rumah Sakit..

Ku turun dari mobil dengan tangan telah terbungkus oleh kain, yang ku angkat dengan menggunakan tangan kanan. Berjalan menuju UGD yang tidak seberapa jauh dari parkiran. ummi menemani ku dari belakang, abi membawakan barang barang yang di butuhkan, dan seluruh keluarga mendoakan..

Ku tunggu seseorang yang akan mengobati tangan ku ini..

Setelah sekian lama… Akhirnya datanglah seseorang dengan menggunakan baju putih dengan celana hitam, rapi. Memanggil ku tuk memasuki ruangan…

“Ummi Haris takut” kata ku sambil mendekatinya

“Sudah ngga apa apa, ummi doain terus.. Kalo kayak gini Haris nanti ngga bisa sekolah..” ummi ku menjawab dengan nada lemah lembut..

Air mata pun mengalir deras tidak bisa terbendung …

Ketika Sadar, Ku Lihat Tangan Ku

patah tulang
pixabay.com

Terasa pusing ketika membuka ke dua mata .. ku tak tahu ini di mana..

“Ummi.. ummi..” panggil ku dengan nada lemah..

Tak lama dari itu.. Datang ummi dan duduk di samping ku, kemudian ia menghelai kepala ku..Terasa lega ketika ummi berada di samping ku

“Merasa berat sekali tangan bagian kiri ku ini” kata ku..

Ketika ku lihat. Benar ternyata, tangan ku di beri gypsum oleh sang Dokter, agar tangan ku bisa kembali pulih seperti semula (tidak bergerak)..

Tertinggal Pelajaran

sedang memekirkan sesuatu
pixels.com

Ya setelah ku di perbolehkan pulang oleh sang Dokter.. Ku harus banyak meminum susu, memakan ikan yang mengandung banyak kalsium, dan baik untuk pertumbuhan tulang..

Harus berdiam di rumah, itu lah yang ku alami. Dengan di rawat oleh kedua orang tua yang sabar melayani.. Hingga akhirnya ku pulih kembali

Dengan tangan di  gypsum. Ku harus menjalani berobat jalan. mendatangi rumah sakit tuk menemui sang Dokter, se-pekan sekali, kemudian se-bulan sekali dan seterusnya

Dan akhirnya, hari dimana gypsum ku di lepas. setelah 3 bulan lamanya tangan ku di lapisi gypsum yang berat.. Merasa ada yang beda dengan tangan ku sebelumnya. Tapi ku harus bersyukur

bersyukur itu lah yang ku ucapkan, ku dapat menempuh perjuangan bersama teman-teman SD lagi, meskipun harus mengejar ketertinggalan yang menjadi tanggungan ku.. Merasa kangen dengan teman SD pun terbayar di waktu itu…

Itu lah yang menimpa tangan bagian kiri ku. Hingga sekarang ku harus berhati-hati dalam bermain. Dan tema-teman di rumah juga harus bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Jangan sampai kalian menyesali perbuatan-perbuatan sendiri. Oke

masih banyak pengalaman-pangalaman ku yang lain, jadi yang semangat ya baca nya.

 

      

M.Haris Seorang Bloger Muda Nan Muslim Asal Kota Bandar Lampung Yang Sedang Menimba Ilmu Dunia dan Akhirat di Salah Satu Pondok Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *