M.Haris Seorang Bloger Muda Nan Muslim Asal Kota Bandar Lampung Yang Sedang Menimba Ilmu Dunia dan Akhirat di Salah Satu Pondok Pesantren

Struktur Drama | Pengertian, Jenis dan Unsur Pembahasan √Terlengkap

5 min read

struktur drama

Struktur drama – sebuah karya sastra tidak akan terlepas dengan unsur dan struktur dalam pembuatanya, hal ini terjadi dikarenakan karya sastra mempunyai pesan dan kesan yang akan ditampilkan kepada para audiensnya, melalui tulisan maupun  pembaca maupun pendengar

Begitu pun dengan drama, drama memilki bagian yang dapat membangun pesan dan kesan serta hiburan dengan menggunakan unsur dan sturktur. Unsur dalam drama mempunyai peran penting yang berhubungan erat satu sama lainya

Sedangkan struktur dalam drama berperan sebagai alur yang membantu penonton menikmati sebuah drama yang dipentaskan. Drama memuat beberapa susunan diantaranya ialah babak, adegan, dialog, prolog, dan epilog.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengetahuinya setelah menyimak beberapa ulasan berikut ini

Baca juga artikel terkait Unsur Ekstrinsik Novel

Pengertian Drama

Pengertian drama

Drama merupakan sebuah karya sastra berupa kisah yang di perankan melalui manusia yang mempunyai watak dan tingkah laku yang akan ditampilkan diatas panggung dengan menggunakan beberapa dialog satu dengan lainya

Selain itu, drama juga biasa ditampilkan dengan cara menggambarkan atau mengilustrasikan realita kehidupan nyata, dengan tujuan memberi pelajaran atau hiburan bagi ponontonya.

Drama pula tidak hanya memberikan kesan pelajaran atau hiburan semata, karya sastra ini pun memberikan nilai-nilai estetika atau keindahan dalam penampilanya. Agar dapat menarik minat para penontonya, drama mesti memenuhi susunan ini, diantaranya dialog, ekspresi, penataan, kostum dan yang lainnya. Sehingga drama akan lebih mudah dan gampang dipahami pesan dan kesan oleh para penontonya.

Untuk lebih jelas dan paham, kali ini penulis akan merangkum beberapa penjelasan menurut para ahli, untuk itu baca ulasan berikut ini dengan seksama

Pengertian Drama Menurut Para Ahli

1. Seni Handayani

Menurut Seni Handayanin mengenai pengertian drama, drama adalah bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga dram dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama di pentaskan

2. Budianta dkk

Menurut Budianta dkk mengenai pengertian drama, pengertian drama adalah jenis karya sastra dimana penampilan fisik memperlihatkan secara verbal adanya dialog antar toko

3. Ferdinand Brunetierre

Menurut Ferdinand Brunetierre mengenai pengertian drama, drama adalah suatu karya sastra yang disampaikna dengan aksi atau gerakan dan melahirkan keinginan bagi yang melihatnya

4. Anne Civardai

Menurut Anne Civardi mengenai pengertian drama, dram adalah adalah suatu kisah yang diceritakan melalui gerakan dan kata-kata

5. Balthazar Vallhagen

Menurut Balthazar Vallhagen mengenai pengertian drama, drama adalah suatu seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam bentuk gerakan

Struktur Teks Drama

Struktur teks dalam drama

1. Prolog

Prolog merupakan sturktur pertama dalam sebuah drama :

Apa itu prolog ? Pengertian Prolog ialah sebuah konsep dari karya sastra yang menceritakan awal dan mula kisah yang akan berlangsung berupa keterangan, dialog, kilas balik dari peristiwa atau pendapat pengarang mengenai kisah yang akan ditampilkan atau disajikan.

Umumnya, isi prolog ini akan menjelaskan tentang tokoh-tokoh dan pemeran, pertikain atau konflik yang akan terjadi, dan sinopsi lakon pada suatu karya sastra, baik tertulis ataupun ditampilkan.

Prolog pula merupakan struktur yang tak boleh tertinggal dalam pembuatan sebuah drama, mengapa ? Dikarenakan dengan adanya prolog yang apik, bagus, dan baik, maka minat para penonton ataupun pembaca akan semakin bertambah dan timbul rasa penasarannya terhadap isi suatu cerita karya sastra

Adapun tata cara membuat isi prolog kamu dapat mengambil dari beberapa konflik atau pertikaian yang paling menarik di dalam cerita atau penampilan tersebut, dengan tujuan pembaca akan lebih penasaran atas isi cerita atau penampilan tersebut

Adapun kata yang digunakan mempunyai batas tertentu yakni 400-500 kata, dengan kata 400-500 tidak terlalu kelamaan sehingga para pembaca ataupun penonton tidak cepat bosan ketika melihatnya

Baca juga artikel terkait Unsur Intrinsik Novel

2. Dialog

Dialog merupakan struktur kedua dalam sebuah drama

Apa itu dialog ? Pengertian dialog ialah percakapan yang dilakukan oleh dua orang tokoh atau pemeran bahkan lebih, dengan maksud tertentu untuk tujuan jalanya cerita

Dialog memiilki beberapa fungsi bagi karya sastra fiksi, diantara fungsi-fungsi tersebut ialah, dialog merupakan percakapan yang menggambarkan antara tokoh satu dengan yang lainya, selain itu dialog pun yang bisa menampak kan karakter, kepribadian dan budi pekerti dari masing masing tokoh

Dialog pula dapat mencerminkan budaya dari masing-masing tokoh. Sebagai salah satu contoh, dengan dialek atau bahasa percakapan kita dapat mengetahui apa logat yang digunakan oleh para tokoh-tokoh tersebut

Dialog pula mempunyai bebrapa rangkaian peristiwa, dimulai dengan orientasi, komplikasi, dan diakhiri dengan resolusi

  • Orientasi, merupakan awal mula yang terjadi pada sebuah cerita berupa pengenalan tokoh, keadaan, dan yang menggambarkan situasi yang akan  terjadi ataupun sedang terjadi
  • Komplikasi, merupakan konflik-konflik berupa masalah yang dihadapi oleh sang tokoh dalam sebuah cerita
  • Resolusi, merupakan puncak dari permasalahan yang terjadi pada cerita dan berujung dengan penyelesaian

3. Epilog

Apa itu epilog ? Pengertian epilog merupakan kata penutup dari sebuah pementasan. Selain itu, epilog juga biasa berisi ajaran atau kesimpulan dari drama yang disajikan oleh para penontonya.

Oleh karena itu, epilog dalam drama mesti berada pada bagian akhir atau penutup cerita, guna menyampaikan intisari dari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh salah satu aktor atau dalang pada akhir cerita

Sehingga peran epilog pada drama sangatlah penting dikarenakan dengan epilog penonton dapat mengambil hikmah dari konflik-konflik dalam cerita serta penyelesaianya dengan menggunkan kata-kata bijak

Struktur Alur Drama

Struktur alur dalam drama

1. Prolog : merupakan pengenalan baik tookoh ataupun kisah yang akan terjadi

2. Dialog : ialah percakapan yang dilakukan oleh dua orang tokoh atau pemeran bahkan lebih, dengan maksud tertentu untuk tujuan jalanya cerita

3. Epilog : merupakan kata penutup dari sebuah pementasan.

Unsur Unsur Drama

unsur unsur dalam drama

1. Tema, yaitu sebuah gagasan atau ide pokok yang akan dimainkan dalam sebuah drama berupa percakapan dan action dihadapan penonton. Tema dalam drama bisa nukil dari kehidupan manusia berupa masalah percintaan, renungan hidup, keluarga yang retak dan lain lain

2. Alur, yaitu berupa jalanya cerita yang didasari dengan prolog (pengenalan), dialog (percakapan antara tokoh) dan epilog (Penutup dan kesimpulan)

3. Tokoh, yaitu aktor atau pemeran yang berinteraksi satu dengan lainya diatas suatu peristiwa, dengan tujuan peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Umumnya tokoh dalam drama dibagi menjadi dua, yakni tokoh utama dan tokoh pembantu atau figuran

4. Watak, watak ialah sifat atau karakter dari tokoh yang akan tampilkan diatas panggung. Umumnya, terdapat banyak watak yang bisa digunakan oleh tokoh, diantaranya protagonis (memiliki sifat baik), antagonis (memiliki sifat jahat), tokoh sederhana (memiliki sifat datar), tokoh bulat (memiliki sifat lebih dari satu)

5. Latar, merupakan sebuah tempat yang menjadi pertunjukan sebuah drama. Latar dibagi menjadi empat bagian, yakni latar tempat, latar suana, latar waktu dan latar alat

6. Amanat, merupakan pesan atau moral yang disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang ditampilkan oleh para pemain untuk para penonton

Baca juga artikel terkait Unsur Batin Puisi

Jenis Jenis Drama

jenis jenis drama tragedi

Drama Berdasarkan Penyajian Kisah

1. Tragedi

Drama tragedi merupakan jenis drama yang menggambarkan cerita penuh kesedihan dan kemalangan. Drama jenis ini memiliki tokoh yang biasa di sebut sebagai “Tragic hero” yang bermakna seorang pahlawan mengalami nasib tragis, seperti kesialan, ketakberuntungan, kecelakaan dan lain lain

2. Komedi

Drama komedi merupakan jenis drama yang bersifat menghibur para penontonya dengan memasukkan unsur-unsur jenaka. Pada jenis drama ini, banyak hal-hal yang terjadi yang kita dapatkan, dari mulai dialog yang lucu hingga tingkah lakunya pun begitu. Umumnya drama komedi ini mempunyai ending yang bahagia

Para tokoh yang berperan didrama ini pun tidak jauh beda dengan namanya, dengan memiliki karakter lucu, jenaka tapi juga bijaksana

3. Trakomedi 

Drama trakomedi merupakan jenis drama yang menggabungkan antara komedi dengan tragedi. Pada jenis drama ini terdapat tragedi-tragedi yang disajikan secara berlebihan. Selain terdapat tragedi-tragedi yang berlebihan, trakomedi ini terdapat beberapa selingan komedi, serta akhir cerita yang bahagia

4. Opera (Drama musikal) 

Drama opera (drama musikal) merupakan jenis drama yang memilki musik atau melodi pada selingan percakapan atau dialognya. Sesuai dengan namanya, jenis drama ini bercerita tentang perasaan pemain yang diungkapkan melalui nyayian dan tarian

5. Melodrama

Drama melodrama merupakan jenis drama yang memiliki cerita sangat sentimental. Cerita dan penokohan ditampilkan dalam suasana yang mengharukan dan mendebarkan. Sebagian besar kisah dari drama ini menceritakan tentang percintaan atau kesedihan

Para tokoh pada drama ini umumnya digambarkan secara drastis. Didalam drama melodram tokoh yang berperan sebagai antagonis (memilki sifat jahat) digambarkan serba hitam, kelam dan menyeramkan.

Begitu pun sebaliknya, tokoh yang berperan sebagai protagonis (memelki sifat baik) akan digambarkan sempurna hingga tidak ada kejelekan.

6. Farce

Drama farce atau bisa disebut degelan merupakan jenis darma yang ringan dan lucu. Drama farce memilki alur cerita yang disusun berdasarkan perkembangan situasi dari tokoh tersebut. Kelucuan dari drama farce terlihat dengan pementasanya yang melibatkan fisik. Selain degelan, drama ini sering dikenal dengan sebutan komedi picisan

7. Tablo

Drama tablo merupakan jenis drama yang mengutamakn gerak atrian dalam penampilanya. Pada drama tablo pemain atau aktor hanya melakukan gerakan sepanjang pementasan tanpa mengucapkan dialog sama sekali. Dengan ini, pemain akan menyampaikan cerita pada penonton dengan gerakan yang mengandung banyak arti

8. Sendatari

Drama sendatari merupakan jenis drama yang menggabungkan seni tari dengan sini drama dalam satu pementasan

Drama Berdasarkan sarana

  1. Drama Panggung, ialah salah satu jenis drama yang dipentaskan atau ditampilkan melalui sebuah panggung sebagai sarananya
  2. Drama radio, ialah drama yang tidak bisa dilihat dan diraba, melainkan hanya bisa didengar melalui elektronik radio sebagai sarananya
  3. Drama televisi, ialah salah satu jenis drama yang di pentaskan atau ditampilkan melalui televesi sebagai sarananya. Umumnya, drama televesi memiliki kemiripan dengan drama panggung, hanya saja drama jenis ini ditampilkan melalui televisi
  4. Drama film, ialah salah satu jenis drama yang ditampilakan melalui layar lebar atau bioskpo sebagai sarananya
  5. Drama wayang, ialah salah satu jenis drama yang di pentaskan melalui iringan pegelaran wayang
  6. Darma boneka, ialah salah satu jenis drama yang mengilustrasikan boneka sebagai pemeran atau aktor

Itu lah beberapa ulasan mengenai ciri dan unsur ekstrinsik novel, bila ada yang kurang penulis mohon maaf. sekian

M.Haris Seorang Bloger Muda Nan Muslim Asal Kota Bandar Lampung Yang Sedang Menimba Ilmu Dunia dan Akhirat di Salah Satu Pondok Pesantren

Contoh Hewan Omnivora

M.Haris
3 min read

Rumah Adat Sumatera Selatan

M.Haris
3 min read

Contoh Hewan vivipar

M.Haris
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *